Financial LeveragePenggunaan hutang sebagai sumber pendanaan bagi perusahaan dapat digunakan untuk mengangkat kinerja perusahaan tersebut. Hal inilah yang disebut sebagai financial leverage. Apa maksudnya? Dan apa resikonya?
Perusahaan dibentuk dengan modal saham dari pemilik perusahaan. Tingkat imbal hasil bagi pemodal saham atas investasinya dalam perusahaan ini dapat dihitung dengan rasio Return on Equity dengan rumus:
ROE = Laba Bersih / Ekuitas
Apabila perusahaan juga menggunakan utang sebagai sumber pendanaan maka pemegang saham memperoleh manfaat atas peningkatan imbal hasil. Bagaimana caranya?
Untuk gampangnya, kita misalkan ada dua perusahaan ABC dan XYZ dengan jumlah aset dan laba bersih yang sama masing-masing Rp 100 juta dan Rp 20 juta. Perbedaannya adalah ABC hanya menggunakan pembiayaan dari modal investornya Rp 75 juta, sedangkan XYZ menggunakan pembiayaan dari modal investor Rp 40 juta dan dari dana pinjaman Rp 35 juta.
Agar contoh ini mendekati praktek yang sebenarnya, kita perlu mengurangi laba bersih XYZ dengan beban bunga yang timbul atas utang yang pakai. Misalkan tingkat suku bunganya adalah 20%, maka XYZ akan memiliki beban bunga sebesar Rp 7 juta. Dengan demikian XYZ seharusnya memperoleh laba bersih Rp 13 juta
Maka kita dapatkan bahwa XYZ mempunyai ROE sebesar 32.5% (Rp 13 juta dibagi Rp 40 juta). Angka ini jauh lebih besar dari pada ROE ABC yang hanya sebesar 27% (Rp 20 juta dibagi Rp 75 juta).
Di sini terlihat bahwa XYZ memanfaatkan dana pinjaman untuk menghasilkan laba bagi para investor XYZ.
Namun perlu dicatat bahwa financial leverage mirip pisau bermata dua. Selain meningkatkan pengembalian bagi investor, juga meningkatkan resiko keuangan (financial risk) perusahaan. Hal ini terjadi karena perusahaan akan terbebani bunga pinjaman yang pada akhirnya dapat membebani laba bersih dan arus kas perusahaan. Dan jika utang semakin bertambah, para kreditor (yang meminjamkan) akan menerapkan tingkat bunga yang lebih tinggi lagi untuk mengkompensasi naiknya resiko keuangan.
Untuk mengetahui seberapa besar perusahaan memiliki financial risk, kita dapat menggunakan ukuran Debt to Equity Ratio yang membagi jumlah utang dengan ekuitas pemilik. Tidak ada batasan pasti berapa D/E yang aman, tapi untuk yang konservatif biasanya D/E yang lewat 66% atau dua pertiga sudah dianggap beresiko.
Ukuran lain yang dapat digunakan juga adalah Interest Coverage yang menghitung berapa kali laba usaha dibanding beban bunga. Interest coverage sebesar misalnya 3x berarti laba usaha sama dengan tiga kali beban bunga, atau jika dibalik sepertiga dari laba usaha dihabiskan untuk membayar bunga.
(F)